Pemuda Militan
Dari Hasan Al-Banna, Abduillah Nashih 'Ulwan, dan Ahmad Muhammad Jamal
1. Kata Pengantar#
1. pada dasarnya Islam adalah gerakan para pemuda. Merekalah golongan pertama yang menyambut Islam dan kemudian memperjuangkannya dengan gigih, sehingga mampu tampil sebagai satu-satunya kekuatan yang menjungkir-balikkan peradaban Jahiliyah.
Kita telah mengenal tokoh-tokoh pemuda militan dalam sejarah, seperti Ali, Umar, Abu Bakar, Utsman, Usamah, Khalid, dll. Mereka adalah para pelopor kejayaan dan kemegahan Islam. Melalui penelusuran sejarah, kita memang tak bisa mengingkari atas kepeloporan dan perjuangan mereka dalam mencanangkan Islam sebagai agama paling haqq.
Untuk mempersiapkan kader-kader semacam mereka memang tidak mudah. Dibutuhkan pendidikan sebagaimana telah diterapkan Rasulullah Saw yang menghujamkan dan menginternalisasikan nilai-nilai Al-Qur'an sedemikian rupa. |6
2. Suatu tugas dakwah adalah kewajiban setiap muslim, terutama bagi para pemuda. Dakwah juga merupakan sarana yang penting yang tak bisa dilalaikan. Dengan melalui potensi dan terobosan yang ada, para pemuda dituntut untuk melakukan sesuatu yang dapat menghantarkan Islam sebagai agama Universal. |7
3. Dalam berjuang di jalan Allah Swt, diperlukan empat syarat utama sebagai penolong, yaitu: iman, ikhlas, kemauan hati, dan strategi pelaksanaan. Iman menjadi syarat utama karena dari iman itulah terdapat nuansa hati yang paling hakiki. Pangkal iman terletak pada keikhlasan hati seseorang yang masih diliputi kesucian. Sedangkan keikhlasan berada pada kemauan seseorang. Demikian halnya dengan kemauan, tergantung pada strategi pelaksanaan untuk mewujudkan cita-citanya. Semua syarat tersebut hanya dapat ditopang oleh kaum muda.
Sebab kaum muda lah yang menjadi tumpuan harapan perjuangan umat dari dahulu hingga sekarang. Merekalah yang akan mengibarkan bendera perjuangan dan membangkitkan semangat yang menyala-nyala. Sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur'an:
"Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk." (Al-Kahfi:13)
Dari keterangan di atas dapatlah kiranya menjadi pemacu semangat kaum muda Islam untuk mengemban amanah suci yang menjadi tanggung jawabnya itu. Allah Maha Besar telah menumpahkan tugas besar ini kepada kaum muda Islam, maka hendaknya jangan buang kesempatan emas ini. Menyia-nyiakan amanah adalah pantang dan berarti telah berbuat khianat. Tak pantas kiranya seorang muslim berlaku demikian. |13
4. Seorang pemuda yang hidup di tengah masyarakat yang tenang, damai, dan aman sentosa dengan pemerintahan yang berlaku bijaksana serta diliputi kemakmuran, biasanya tidak memiliki tanggung jawab sosial. Inilah masalah psikis yang dihadapi oleh pemuda-pemuda Islam di dunia saat ini. Sebagian besar waktu mereka dihabiskan bukan untuk kepentingan umat, melainkan untuk kepentingan pribadi. Hidupnya banyak diwarnai oleh kegiatan yang menyenangkan hati, berfoya-foya, dan suka menghambur-hamburkan harta. Sebaliknya para pemuda yang hidup di tengah kancah perjuangan dengan keadaan bangsanya yang tengah dijajah dan masyarakatnya yang terampas hak-hak hidupnya, dia akan tumbuh menjadi pejuang yang tangguh.
Apabila tugas suci perjuangan itu dilakukan dengan penuh keteguhan, niscaya kemenangan akan teralih dengan cepat. Bahkan lebih dari itu, balasan kebaikan dari Ilahi akan didapatkan di akhirat kelak.
5. Karena kita berada di posisi dimana keadaan masyarakat tengah terjajah, mau tidak mau para pemuda Islam harus mengambil sikap yang tegas untuk menghadapi perjuangan. Bersiap-siagalah membela kebenaran, sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang-orang beriman terdahulu. Betapa kesuksesan akan menyertai bila perjuangan suci itu dilakukan dengan penuh ketabahan.
Yang membahayakan kita dalam perjuangan dakwah sekarang ini adalah terlalu banyak perbedaan pendapat yang mengarah pada perpecahan dan sikap para pemimpin yang ingin menonjol sendiri. Semua hal itu dapat memecah belah perjuangan, melemahkan kekuatan dan menyulitkan jalan untuk menuju tujuan yang sebenarnya. |14
2. Seruan Kepada Pemuda!#
Karya: Hasan Al-Banna
6. Kita telah beriman dengan keimanan yang sebenarnya, iman yang kokoh melebihi gunung, tertanam dalam lubuk hati yang paling dalam. Oleh karena itulah, menjadi tugas kita untuk menyelamatkan dunia dari kesesatan. Kita harus rela berkorban untuk menyampaikan kebenaran serta memberi pandangan ke arah jalan yang lurus. Tidak lain adalah Al-Islam, suatu agama yang benar dan lurus yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya. Siapa pun yang mengikutinya pasti akan selamat dan tidak akan tersesat untuk selama-lamanya. |17
7. Musuh-musuh Islam telah berusaha dengan segala daya upayanya untuk memadamkan kejayaan Islam itu. Mereka tak henti-hentinya bertekad untuk melenyapkan keindahan dan keagungan ajarannya. Generasi muda Islam yang menjadi tumpuan masa depan Islam mereka sesatkan. Sehingga tak menghiraukan lagi tentang seruan suci agamanya, sebaliknya justru dengan senang hati melanggar aturan-aturan-Nya. Banyak ajaran yang telah dikaburkan maknanya, sebagian di tambah, sebagian lagi ada yang dikurangi. Tujuannya tentu saja ingin menjerumuskan umat Rasulullah ini ke lembah kehinaan.
Sebagai umat Islam, kita wajib menjelaskan kepada semua orang mengenai ajaran Islam secara jelas tanpa menambah atau mengurangi. Kita wajib menyelamatkan kemuliaan ajaran islam kemudian mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. |17
8. Mungkin usaha dan maksud mulia ini akan dicemooh oleh sebagian kecil umat kita yang menjadi pengecut. Mereka akan berkata, "Tindakan itu merupakan khayalan dari sekelompok orang fanatik yang berpandangan esktrim."
Pandangan sempit semacam itu sama sekali tidak dibenarkan. Sebab dengan pernyataan dan sikap seperti itu, menyebabkan kita menjadi lengah. Sebaliknya akan menjadikan musuh-musuh Islam semakin kuat. Dari sikap seperti itulah Islam mulai mengalami kemunduran. Dan dapat kami tegaskan bahwa orang yang berpandangan demikian bukanlah seorang muslim sejati. Mereka dipersilahkan untuk mencari pandangan dan agama lain guna dijadikan panutan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Para pemuda muslim hendaknya jangan bersikap seperti itu. Janganlah merasa lemah atau tak berdaya dalam perjuangan. Bersiaplah dengan tegar walau rintangan datang menghadang. Kita harus katakan dengan tegas terhadap orang-orang yang berpandangan sempit, sebuah ayat Al-Qur'an sebagai berikut:
"'Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,' maka perkataan itu menambah keimanan dan mereka menjawab: 'Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.'" (Al-Imran:173) |20
9. Kami tetap menjaga diri kami supaya menjadi muslim sejati. Demikian pula tetap mempertahankan agar rumah tangga kami sebagian rumah tangga yang Islami. Kami pun bertekad untuk menjadikan masyarakat sebagai masyarakat yang bersendikan Islam. Sampai dengan titik akhir, kami akan tetap berusaha ke arah itu. Tujuan kami ini bukan semata-mata kehendak kami sendiri, melainkan telah ditetapkan oleh Allah Swt lewat firman-firman-Nya. Untuk mencapai cita-cita itu, kami telah mantapkan keimanan kami sehingga tidak akan goyah sedikit pun. Juga disertai dengan amal perbuatan yang tiada henti-hentinya sebagai pendukung iman. Hal ini penting sebagai persiapan mental di saat harus berjuang demi syahid di jalan Ilahi.
Demi mendukung cita-cita perjuangan tersebut, kami mengharapkan dukungan dari semua kekuatan umat Islam, disertai taktik perjuangan yang tepat. Musuh kita ada di depan mata, oleh karenanya harus kita hadapi dengan persiapan yang cermat dan dukungan kekuatan yang penuh. Kita ingin halau usaha mereka dan kita tegakkan bendera Islam di persada bumi Allah ini.
10. Memang telah banyak orang yang menuduh Ikhwanul Muslimin sebagai orang-orang yang tidak waras, dengan mengasingkan diri untuk beribadah secara Islami. Mereka melayangkan tuduhan tersebut karena kami senantiasa menunaikan shalat, puasa, berdzikir atau bertasbih. Padahal kami menunaikan semua ini karena didasari oleh keimanan dan keislaman kami. Ikhwanul Muslimin memilih jalan ini adalah demi menegakkan akidah dan ibadah Islamiyah. Kami juga memperhatikan kepentingan duniawi dengan melajukan aktivitas kemasyarakatan sebagaimana umumnya.
Kepentingan negara dan pemerintahan juga tidak kami lupakan. Namun kami senantiasa memperhatikan kepentingan agama. Menunaikan shalat tidak pernah kami tinggalkan dalam keadaan bagaimanapun. Menelaah kandungan Al-Qur'an dan ibadah-ibadah lain pun bagi kami merupakan kewajiban yang harus selalu dikerjakan. Kami berupaya untuk senantiasa mengingat Allah dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Kami adalah manusia yang menyadari benar sabda Rasulullah Saw sebagai berikut:
"Sesungguhnya agama kita ini adalah kokoh, maka masukilah dengan perjuangan di dalamnya. Sungguh, tumbuhnya (perjuangan) ini tidak akan melewati (tanah) bumi, melainkan di atas permukaannya akan (selalu) meninggalkan bekas."
Kami pun mengetahui bahwa sebaik-baiknya sifat bagi kaum muslimin sebagai suatu kesatuan (jama'ah) adalah sifat sahabat Rasulullah Saw. Sebagaimana dijelaskan oleh beliau dalam sabdanya:
"Pada malam hari mereka beribadah seperti rahib, namun pada siang hari mereka menjadi pejuang." |22
11. Janganlah memandang kami sebagai orang yang malas. kami berjuang dengan tujuan utama hendak menjadikan setiap pribadi muslim menjadi pemimpin di dalam bidangnya masing-masing. Mereka harus menguasai setiap keahlian dalam bidang ilmu pengetahuan, kesehatan, dan bidang-bidang lainnya. Mereka juga harus meninggalkan setiap perbuatan yang tidak sejalan dengan ajaran agama. Kami sangat menentang setiap manusia yang hidupnya dipergunakan hanya untuk kepentingan pribadinya belaka. Kami membenci orang-orang yang sangat egois dan hidup tanpa memperhatikan kepentingan umat dan orang lain. Sikap seperti itulah yang disindir oleh Rasulullah Saw dalam sebuah sabda beliau: |23
"Barangsiapa tidak memerhatikan kepentingan kaum muslimin, maka dia bukan termasuk golongan kami."
Juga disebutkan dalam sabda beliau yang lain sebagai berikut:
"Allah telah menyuruh berbuat baik pada setiap kepentingan." |24
12. Sudah seyogyanya kaum muslimin meninggalkan semua pandangan selain yang diatur oleh Islam. Hendaknya pula kita dapat membatasi diri hanya kepada akidah yang kita yakini. Bila kita telah berbuat demikian, kita akan merasakan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Lebih jauh lagi kita akan dapat digolongkan ke dalam barisan orang-orang yang menepati janji perjuangan, manakala kita dapat terjun dalam medan perjuangan yang dilandasi oleh rasa persaudaraan Islam.
Namun jika kita merasa enggan berjuang karena perasaan ragu-ragu dan gentar serta terpengaruh oleh jalan kesesatan, sudah pasti kita akan tercabik dan tepecah-belah. Janganlah mengharapkan sesuatu kemenangan karena banyaknya jumlah. Berharaplah mencapai kejayaan karena Allah Yang Mahamulia lagi Mahabijaksana. |27
3. Perhatian islam Terhadap Kaum Muda#
Karya: Ahmad Muhammad Jamal
13. Disadari bahwa umat Islam berpencar di semua penjuru dunia dan hidup di berbagai negara. Tidak setiap negara tempat umat Islam berada bercorakan negeri Islam atau negeri yang menerapkan landasan-landasan kenegaraan maupun kebudayaan masyarakatnya secara Islamis. Karena itu bila suatu negeri, dimana pun negeri itu berada, memberi kebebasan kepada kita untuk menyampaikan dakwah, generasi kita hendaknya menjadi pelaku utama dalam membina dan mengarahkan para pemudanya.
Islam harus disebarkan dan dihunjamkan ke dalam jiwa para pemuda sehingga dapat mewarnai tingkah laku dan gerak kesehariannya. Untuk mencapai tujuan ini diperlukan para pengawas dan pembimbing yang ahli, sehingga mereka benar-benar akan tertangani secara baik.
14. Satu hal yang harus kita perhatikan adalah, mengarahkan para pemuda atau remaja muslim hanya dalam kegiatan yang bersifat fisik dengan menyemarakkan dan menggiatkan olahraga saja, tidaklah cukup. Begitupun bentuk kegiatan-kegiatan ceramah yang sifatnya teoritis semata, juga kurang memadai. Yang harus dilakukan adalah pengarahan dan bimbingan yang bersifat amaliah nyata. Dengan kegiatan semacam itu akan menggerakkan aktivitas dari ajaran-ajaran agama yang diterimanya, sehingga kiprahnya benar-benar dapat mencerminkan kepribadian seorang remaja muslim. |30
15. Andai saya ada kesempatan untuk berperan serta menyemarakkan program pendidikan tersebut, pertama kali yang terlintas dalam pikiran saya adalah menangani para pemuda yang berada di lingkup pendidikan. Baik itu sekolah dasar, menengah, maupun Universitas. Apa yang ingin saya lakukan bukanlah sekedar mengadakan diskusi-diskusi temporal, pembagian buku secara pasif dan sifat-sifat kegiatan insidental lain.
Saya ingin melakukan perombakan terhadap kurikulum pendidikannya. Saya ingin membuat suatu metode pendidikan yang dapat membuat para pelajar dan mahasiswa muslim, laki-laki maupun wanita dapat mengamalkan ajaran dan pendidikan tersebut secara kongkrit. Saya percaya bahwa perlu juga pengaplikasian ajaran-ajaran keagamaan ini diawasi oleh para pengawas. Karena itu harus dibentuk pula lembaga pengawas yang anggotanya terdiri dari orang-orang terpilih.
16. Para pelajar mahasiswa, dan remaja inilah yang harus menjadi sasaran pertama dakwah. Mereka adalah pelanjut kebudayaan dan asas pendidikan Islam. Kelak pada suatu zaman, para pemuda ini harus terjun ke tengah masyarakat untuk melakukan pelurusan moral dan akhlak apabila masyarakatnya tersesat. Pada gilirannya nanti, generasi muda yang sekarang bertanggung jawab untuk membimbing dan mengemudikan masyarakatnya. Karena itu sejak sekarang mereka harus kita tangani, kita selamatkan dan persiapkan. |35
17. Penanganan para remaja melalui pendidikan dipandang paling efektif. Timbul pertanyaan kemudian: kurikulum bagaimanakah yang harus kita usulkan dan siapa yang pantas sebagai pendidik mereka dalam lembaga-lembaga pendidikan? Juga: pola hubungan bagaimana yang harus diupayakan antara anak didik dengan lembaga pendidikan (sekolah). Kurikulum bagaimana yang pas? Dan usaha-usaha apa yang harus dilakukan agar sekolah dan Universitas dapat memenuhi tugasnya sesuai kebutuhan pada pemuda Islam?
Ilmu yang dimaksud oleh Islam adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw melalui Al-Qur'an dan sunnah Nabi. tetapi bukan dalam arti sekedar menghafal dan melafalkan keduanya, melainkan isi dari keduanya harus benar-benar kita kuak. Kita realisasikan potensi yang ada di dalamnya menjadi kekuatan nyata.
Setelah kami pertimbangkan dengan matang, maka yang selalu ingin kami lakukan adalah mengupayai penyusunan sebuah buku pedoman yang dapat dipergunakan oleh pemuda dan pemudi Islam sebagai buku yang dapat menjadi acuan mereka apabila menemukan masalah-masalah dalam kehidupannya. Kemudian buku panduan atau pegangan itu akan kami buat dan kami serahkan kepada para pendidik di kota kami yang nantinya juga akan kami sebarkan ke seluruh negeri, karena merekalah yang merupakan pendidik langsung. |33
4. Tingkah Remaja#
18. Tetap diakui, bahwa para pemuda muslim yang hidup di negeri terjajah harus memiliki patriotisme dan keberanian yang lebih, dan tekad serta kepribadian yang prima. Ruh dari pendidikan demikian akan sangat berguna sebagai modal dalam menghadapi lawan dan para perusak akidah, keyakinan dan akhlak. Kekuatan demikian merupakan penangkal dari tujuan-tujuan musuh yang hendak menghancurkan masa depan dan cita-cita. |40
4.1 Infiltrasi materialisme dan nasionalisme#
19. Para da'i menyadari adanya bahaya yang sangat mengancam. Di hadapan para pemuda abad ini, terbuka kesempatan menyeruaknya faham materialisme secara menakutkan. Kerja mereka telah diatur dan diprogram sedemikian rapi untuk menentang nilai-nilai Islam. Bisnis yang semakin meluas jangkauan dan jaringannya semakin mengiklankan gaya hidup duniawi yang sebenarnya rendah dan penuh fitnah. Disebarkanlah media-media pornografis, menampilkan wanita busana transparan bahkan mungkin telanjang di balik promosi kosmetik dan yang semacamnya.
Benar-benar apa yang dilakukannya dapat membuat para pemuda menjadi binatang liar. Betapa tidak, bila dalam media-media tersebut bukan saja menampilkan cover bugil tetapi juga memuat kisah-kisah seks dan menyajikan nyanyian roman murahan sehingga dapat membuat mabuk jiwa para pemuda. Dan akhirnya mereka menjadi manusia-manusia yang sangat bebas. Itu semua sebagai upaya menjauhkan para pemuda dari kemuliaan akidah akhlak.
4.2 Perhatian Al-Qur'an kepada kaum muda#
20. Membicarakan kaum muda berarti membicarakan juga nasib masyarakat di masa depan. Sebab merekalah yang kelak mengemban tanggung jawab masyarakat. Pemuda adalah harapan bagi masa depan bangsa dan masyarakatnya. Mereka kelak akan menduduki berbagai jabatan yang menentukan sebagai pelanjut cita-cita generasi sebelumnya. Jabatan sebagai pemimpin, hakim, dan berbagai kedudukan lainnya ada di pundak mereka. Bukanlah hal yang mudah untuk mempersiapkan kaum muda dalam tanggung jawabnya yang besar itu. Untuk itulah, menjadi kewajiban orang tua dan para pendidik lainnya agar menyiapkan mereka menjadi kader pemimpin masa depan.
Sejak masih anak-anak hendaknya mereka diberi pendidikan dengan dasar keislaman yang kuat. jangan sampai mereka tumbuh dalam pendidikan di luar dasar ajaran Islam. Kalaupun mereka terpaksa berada dalam lingkungan pendidikan yang bukan Islam, hendaklah dalam rumah tangganya diwarnai dengan dasar-dasar keislaman. Semua tata kehidupan sang anak harus benar-benar dibekali dengan pijakan ajaran Islam. |40
5. Perhatian Rasulullah Kepada Kaum Muda#
21. Rasulullah Saw senantiasa memberikan pengarahan dan petunjuk kepada kaum muda untuk mengikuti jalan kebajikan. Dalam sebuah hadits, beliau menegaskan:
"Saya wasiatkan para pemuda kepadamu dengan baik, sebab mereka berhati halus. ketika Allah mengutus diriku untuk menyampaikan agama yang bijaksana ini, maka kaum mudalah yang pertama-tama menyambutku, sedangkan kaum tua menentangnya."
Kemudian beliau membacakan ayat Al-Qur'an:
"... Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." (Al-Hadid:16) |56
Digambarkan oleh Rasulullah Saw dalam hadits di atas betapa halusnya hati kaum muda. Mereka masih dalam kesucian hati, tidak banyak kotoran yang melekat di dalamnya. Itulah sebabnya, tatkala pertama kali Islam hadir di tengah kehidupan manusia ini, merekalah yang mula-mula menyambutnya. Dengan ketulusan dan kesucian hati, mereka siap membela perjuangan Rasulullah, dan menentang tradisi para sesepuh mereka yang sesat. |58
22. Masa muda hendaknya dimanfaatkan untuk melakukan perbuatan yang baik, sebab kesempatan itu hanya datang sekali dalam rentang waktu kehidupan manusia di dunia. Tenaga yang masih segar ditambah dengan semangat yang menyala merupakan modal utama untuk mengejar kesempatan emas menyongsong masa depan yang gemilang melalui ilmu pengetahuan.
Pada saat usia semakin menua nanti, kesempatan itu tak banyak diharapkan. Karena sejalan dengan betambahnya umur, kesehatan semakin menurun dan semangat hidup juga melemah. Itulah sebabnya, selagi masih menunjukkan ketegaran di kala usia muda kesempatan menunaikan kewajiban membela agama Allah hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya. |59
6. Perhatian Ulama Terhadap Kaum Muda#
23. "Wahai kaum muda! Hindarilah dirimu dari kemewahan hidup. Janganlah bertindak seperti bangsa ajam (bangsa asing selain Arab). Usahakanlah berjemur di bawah sinar matahari, karena cara seperti itu adalah kebiasaan bangsa kita. Bertindaklah dengan tegas, kendarailah kuda dan lemparlah panah." |61
24. "Janganlah kamu merasa rendah diri karena usia mudamu. Umar bin Khattab selalu memberi peranan para pemuda jika menghadapi peristiwa penting. Kemudian beliau bermusyawarah dengan mereka untuk memperoleh masukan dan pendapat pikiran mereka." |62
6.1 Dampak pengaruh asing terhadap pemuda Islam#
25. Kerusakan yang menimpa generasi muda Islam, secara garis besar diakibatkan oleh tiga hal, yaitu:
- Karena sifat bawaan.
- Karena pengaruh lingkungan pergaulan.
- Karena pengaruh negatif dari luar.
Yang dimaksud pengaruh negatif dari luar adalah segala bentuk tindakan yang berakibat buruk bagi perkembangan generasi muda Islam disebabkan oleh dua hal pokok:
+ Pengaruh sistem politik dunia Barat yang melakukan penjajahan mental, pendidikan, dan syariat.
+ Tata pergaulan masyarakat dunia yang banyak dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran barat.
Kita mengetahui bahwa banyak di antara para pemuda Islam yang menuntut ilmu di negara-negara Barat. Juga tidak sedikit para ahli dan pakar dari Barat yang bertugas di negara-negara Islam. Keadaan ini lambat laun berpengaruh terhadap generasi muda Islam. Apalagi bila diingat bahwa di negara-negara Barat pergaulan kaum mudanya sangat bebas, tidak memperhatikan kaidah kesopanan.
Penayangan acara-acara televisi maupun film banyak diwarnai dengan adegan-adegan tidak senonoh yang cepat merusak pikiran dan moral. Tidak hanya itu sarana yang merusak moral di berbagai tempat bacaan juga banyak disajikan gambar-gambar dan buku-buku cabul. Semuanya dapat menyesatkan pikiran kaum muda Islam sehingga mereka dihinggapi perasaan dan khayalan yang menghancurkan moral. Mereka terbius oleh kenyataan itu dan pada akhirnya jiwanya kering dari siraman ajaran moral Islam. |64
26. Untuk mengatasi kerusakan moral para pemuda Islam yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan pergaulan dan budaya asing itu, diperlukan sarana dan waktu yang memadai. Dalam bidang sarana pendidikan, selain gedung-gedung yang memadai juga diperlukan penunjang lainnya. Sarana tersebut dipergunakan sebagai penangkal masuknya penayangan negatif dari dunia Barat. Juga dibutuhkan buku-buku penunjang yang dapat memberikan informasi tambahan agar memperdalam wawasan kaum muda Islam.
Dalam mempersiapkan mereka ke arah masa depan yang gemilang melalui proses pendidikan, mereka juga membutuhkan bimbingan dari para ahli dan cendekiawan muslim yang dapat dijadikan panutan. Paling tidak agar mereka tidak berkiblat pada para pakar asing yang memang telah menguasai metode keilmuan dengan baik.
Kisah-kisah kepahlawanan Islam patut diketengahkan dan banyak dikenalkan kepada kaum muda Islam untuk membangkitkan semangat heroisme mereka. Semangat jihad harus disulut dalam dada setiap pemuda Islam dengan mengenalkan mereka tentang sejarah masa lalu kaum muslimin yang tidak kenal menyerah.
Yang lebih penting lagi adalah adanya sikap keteladanan dari para orang tua, pendidik, ulama dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya terhadap generasi muda Islam. Sikap keteladanan ini merupakan cerminan langsung yang akan mempengaruhi pola sikap generasi muda Islam selanjutnya. Jika upaya-upaya ini dilaksanakan secara terpadu, sudah pasti kejayaan umat dan bangsa dapat teraih dengan gemilang. |65
6.2 mengisi kekosongan waktu#
27. Dalam waktu-waktu tertentu, misalnya liburan, para pemuda dan pelajar biasanya mengalami kekosongan. kalau biasanya mereka berangkat ke sekolah dan kuliah dan berdiskusi dengan teman sepergaulannya, masa-masa liburan yang panjang biasanya habis dibuang dengan percuma. Mereka biasanya mengalami kebimbangan dan kejenuhan ketika masa liburan tiba. Sebab tidak ada aktivitas berarti yang harus dikerjakan.
Tidak hanya terbatas bagi para remaja saja. Bahkan dikerjakan. Tidak hanya terbatas bagi para remaja saja. bahkan para pegawai yang menjalani masa liburannya pun seringkali merasakan hal serupa. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw bersabda:
"Dua nikmat yang membuat terlena, yaitu kesehatan tubuh dan kekosongan (waktu)."
Hadits tersebut menyiatkan maksud betapa sia-sianya anugerah Allah yang berupa kesehatan badan dan kesempatan waktu apabila tidak dimanfaatkan dengan kegiatan yang baik.
28. Berkaitan dengan longgarnya waktu para remaja, maka menjadi tanggung jawab para orang tua dan pendidik untuk mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat. Mereka dapat diarahkan untuk mengisi waktunya dengan berolahraga dan olah fisik lainnya. Tubuh mereka masih sehat, otot-otot mereka masih kekar dan kuat. Maka untuk menjaga kesegaran jasmani, olahraga merupakan kegiatan yang cocok untuk dilakukan di waktu senggang.
Dengan demikian mereka nantinya dapat menciptakan prestasi sekaligus mempunyai semangat hidup yang cukup tinggi. Pada saatnya nanti, mereka akan giat bekerja dalam memenuhi kebutuhan perekonomian keluarga dan mewujudkan cita-cita masyarakat. tubuh yang sehat dengan keadaan fisik yang prima merupakan modal utama bagi seseorang untuk mengembangkan usaha. Disamping itu dapat dimanfaatkan demi untuk kepentingan pembangunan bangsa, masyarakat, dan umat secara nyata.
Oleh karena itu, di kala mereka memiliki kesenggangan alangkah baiknya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat guna menjadi bekal bagi kehidupannya kelak. |66
29. Pada sisi yang lain, guna memupuk rasa kesetia-kawanan sosial dan sikap gotong-roong serta bertanggung jawab atas kesejahteraan umat, mereka juga harus sering dilibatkan dalam urusan-urusan kemasyarakatan. Tali silahturahmi harus dipererat dengan banyak mengadakan kunjungan kepada orang lain atau pun dikunjungi. berdiskusi mengenai berbagai hal yang terjadi dalam masyarakat sebaiknya juga banyak melibatkan mereka agar mengetahui permasalahan yang berkembang.
Disamping itu penting pula mengisi waktu luang mereka dengan memberinya pelajaran tambahan, misalnya keterampilan bahasa asing, dan sebagainya. Dengan demikian mereka terbiasa mendalami sesuatu secara rasional yang mempercepat proses kedewasaan mereka. Sarana-sarana perpustakaan umum hendaknya dikembangkan agar menambah minat baca pada mereka yang berarti pula dapat meningkatkan daya nalar dan proses kreatif lainnya.
Bagi para pemuda yang karena keadaan ekonominya terpaksa tidak dapat melanjutkan pendidikannya, mereka hendaknya diberikan pendidikan keterampilan dan kursus-kursus singkat yang mudah dicerna. Sehingga dengan pendidikannya itu, mereka diberi bekal untuk terjun sendiri dalam kehidupan sosial secara mandiri. Tentu saja dengan tidak mengabaikan aspek pendidikan akhlak yang memang merupakan hal sangat mendasar bagi kepribadian mereka. |67
30. Kita harus waspada terhadap upaya tidak baik yang hendak merusak generasi muda kita dengan kegiatan yang sepintas lalu untuk menyalurkan hobi mereka. Pada kenyataannya banyak di antara kaum remaja kita terpengaruh dengan cara-cara seperti ini. Oleh karenanya kita harus tetap memberikan perhatian agam kaum remaja kita tidak terlalu terjerumus. Pemantauan dan pengawasan kepada mereka di saat-saat senggang sangat mutlak diperlukan, sehingga tidak akan terbuang percuma. Kita harus mampu menciptakan sistem pendidikan yang tepat agar dapat membentuk watak mereka supaya tangguh.
Sehingga pada akhirnya mereka menjadi pemuda yang siap mandiri menghadapi tantangan. pada saat-saat lowong seperti itulah jiwa mereka harus kita isi dengan doktrin agama yang benar. Kemampuan dan kematangan fisik dan psikis harus ditempat sedini mungkin, agar mereka mampu menjawab tantangan jihad di saat dibutuhkan. Tak mungkin mempersiapkan pemuda yang siap berjihad membela agama dan umat tanpa membekalinya dengan landasan akhlak yang kuat.
Sudah sepatutnya kita membekali mereka dengan ilmu pengetahuan, ketrampilan, dan kegiatan yang bermanfaat guna mempersiapkan mereka menjadi kader perjuangan yang tangguh dan dinamis. Akhlak yang baik, kemampuan daya nalar yang tinggi ditambah dengan kemampuan fisik yang tangguh merupakan mutiara emas yang menjadi bekal generasi muda Islam menghadapi tantangan masa depan. |68
31. "bagi kita yang telah beriman kepada-Nya, hendaknya menyerahkan seluruh keadaan pribadi kita tanpa kecuali. Sebagai konsekuensi dari keimanan kita, maka kita wajib masuk Islam secara keseluruhan. Sehingga seluruh bagian anggota badan kita baik hati, akal, telinga, tangan dan sebagainya turut dilibatkan di dalamnya. Demikian pula dengan seluruh aktivitas kita dan segala sesuatu yang melingkupinya, baik di dalam keluarga, lingkungan pekerjaan, maupun masyarakat secara keseluruhan.
Bahkan urusan-urusan politik, pemerintahan dan kemasyarakatan lainnya harus senantiasa dilandasi dengan keyakinan agama kita. Janganlah dilupakan tentang keagungan agama kita dengan seluruh ajarannya yang indah dan utama. Sampaikanlah kepada seluruh manusia untuk beriman dan mengikutinya." - Al-Maududi
32. Sebagai perwujudan akidah, kita laksanakan dengan ibadah. Ibadah merupakan penguat dan pangkal dari akidah yang dipergunakan untuk mendorong dan melaksanakannya. Disamping itu juga untuk memperbaharui sistem yang telah lama dan mengingatkan terhadap hal-hal yang telah terlupakan.
Oleh karena itu, seorang muslim tidak hanya cukup menunaikan shalat atau puasa saja. Namun perwujudan dari berbakti kepada Allah itu dilakukan dengan mengamalkan semua bentuk kebajikan yang bermanfaat baik kepada dirinya, keluarganya, maupun masyarakat sekelilingnya. |72
33. Perlu kita kemukakan di sini sebagai suatu keprihatinan bahwa banyak di antara kaum muda islam yang telah mengabaikan kewajiban shalat lima waktu dan puasa di bulan Ramadhan. Padahal keduanya merupakan bagian dari rukun Islam. bahkan yang lebih menyedihkan lagi, mereka memandang rendah dan mengejek orang-orang yang menunaikan shalat dan berpuasa. Mereka beranggapan bahwa melaksanakan kedua bentuk ibadah pokok agama Islam itu hanyalah mengikuti kemauan orang-orang terdahulu saja. Dinilainya sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan kemajuan zaman yang sedang mengarahkan manusia pada pengembangan teknologi dan sistem ekonomi dunia yang mapan.
Banyak di antara mereka yang terpengaruh pemikiran Barat mulai meragukan bentuk-bentuk ibadah dalam syariat Islam, seperti shalat, puasa ataupun ibadah haji. Dan kalau kita kaji lebih jauh, pemikiran semacam itu ditimbulkan oleh para musuh Islam yang memanfaatkan kesempatan kekosongan sebagian besar generasi muda Islam. Pandangan sesat itu lebih jauh menegaskan bahwa bentuk-bentuk peribadatan dalam ajaran Islam sama sekali tidak ada gunanya, bahkan bukan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan. Pada umumnya mereka menekankan, yang pokok bagi manusia adalah berbuat baik dengan orang lain, tidak mengganggu sesamanya dan ajaran sejenis. |73
7. Dialog Dengan Kaum Muda Muslim#
34. Wahai pemuda! Kamu adalah harapan umat di masa mendatang. Kelak engkau akan menjadi pemimpin yang siap menunjukkan keperwiraan dan tanggung jawab di muka bumi ini. Semua kalangan, baik orang tua, pendidik maupun masyarakat berharap kepadamu. Bila engkau menjadi ulama kelak, ilmumu akan engkau amalkan kepada orang yang membutuhkan tuntunan. Bila kelak engkau memegang tampuk pimpinan pemerintahan, hendaknya engkau dapat memimpin masyarakat dengan penuh kebijaksanaan. Sehingga masyarakat dapat terayomi, terbebas dari kerusakan dan kesewenang-wenangan. Berpegang teguhlah pada kebenaran nilai agama yang kita anut, Al-Islam. |78
35. bekal yang sangat berguna untuk menuju ke arah itu tidak lain adalah keyakinan iman yang kuat disertai aktivitas amaliyah yang benar-benar nyata. Sebab iman bukanlah sekedar hiasan pemanis bibir yang hanya indah diucapkan. Melainkan harus tertanam dalam hati, kemudian dilanjutkan dengan amal yang bermanfaat. Dan kunci semua itu adalah tergantung dari dorongan hati yang ikhlas dengan niat yang tulus untuk membela kebenaran Allah Swt. Tepat kiranya sabda Nabi Muhammad Saw yang menyatakan bahwa amal perbuatan itu tegantung pada niat seseorang.
36. Patut kiranya di sini dikemukakan tentang sebuah tamsil yang dikutip dari seorang ulama bernama Izzudin bin Abdu Salam. Pada suatu hari, beliau melihat semua murid dan orang-orang id sekitarnya menangis. Mereka menangis karena masing-masing telah merasa kehilangan kitab sucinya. Melihat kejadian aneh tersebut, beliau hanya bisa berkata:
"Sungguh mengherankan, semua orang menangis karena telah kehilangan kitab sucinya. Tapi siapakah yang telah melakukan pencurian terhadap kitab sucinya itu?"
Pada saat ini kaum muslimin telah kehilangan pedoman kitab sucinya. tapi siapakah yang telah melakukan pencurian ?
Hampir setiap hari kita mendengar berbagai macam keluhan dari setiap manusia terhadap tugasnya masing-masing. Di satu sisi banyak kalangan pejabat pemerintahan yang mengeluh akibat ulah tingkah rakyatnya.
Namun sebaliknya rakyat juga mengeluh karena tindakan para pejabat pemerintah.
Demikian halnya banyak atasan yang mengeluh terhadap hasil kerja bawahannya, sementara di pihak lain bawahannya juga mengeluh karena tindakan atasannya.
Di lembaga-lembaga pendidikan, para pendidik mengeluh terhadap siswanya. Sedangkan para siswa mengeluh terhadap guru-guru mereka. |79
Para pedagang banyak yang mengeluh karena menderita kerugian, sedangkan para pembeli mengeluh karena tingginya harga yang diperdagangkan oleh para pedagang.
Dalam dunia kesehatan, banyak dokter yang mengeluh karena ketidakpatuhan pasien menuruti anjurannya. Sementara sang pasien mengeluh karena hasil pengobatan dokter yang kurang memuaskan.
Di lingkungan rumah tangga, banyak orang tua yang mengeluh karena kelakuan putera-puterinya. Sedangkan sang anak mengalami ketidakpuasan akibat kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua mereka.
Sang istri banyak yang mengeluh karena pemberian nafkah sang suami tidak mencukupi. Sebaliknya sang suami mengeluh karena sang istri kurang dapat membelanjakan nafkah yang diberikannya dan lebih senang dipergunakan untuk hal-hal yang tidak berguna.
Mereka semua mengeluh, mereka semua menangis dan merasakan kesesakan hidup. Hidup seolah-olah hilang tanpa pedoman. Apakah yang menyebabkan semuanya ini? Siapakah yang telah mencuri pedoman kitab suci Al-Qur'an itu sebenarnya? Atau siapakah yang telah menzhalimi dan dizhalimi dalam kehidupan ini?
Dengan suara bersama, sebenarnya yang telah mencuri pedoman hidup ini adalah mereka sendiri. Zaman tampaknya sudah rusak dan bobrok. Tapi kerusakan dan kebobrokan zaman itu ditumbalkan oleh manusia sendiri. Manusialah yang menyebabkan semua kerusakan itu terjadi. Seorang penyair terkemuka melukiskan:
"Buruknya keadaan adalah karena keburukan kami.
Keadaan tidak akan jelek kalau bukan kami sendiri yang membuat kejelekan itu."
Kiranya sudah jelas bahwa yang telah mencuri dan kehilangan kita suci ini adalah manusia sendiri. Merekalah yang harus bertanggung jawab terhadap keadaan ini. Mereka tidak dapat melemparkan tanggung jawabnya kepada pihak lain, karena semuanya disebabkan ulah mereka sendiri. |80
37. Dan sudah seharusnya semua pihak tidak menyalahkan pihak lain. justru mereka harus menunjukkan tanggung jawab akan peranan dan tugasnya masing-masing. Seorang suami bertanggung jawab terhadap nasib istri dan keluarganya dalam kehidupan rumah tangga. Seorang istri pun harus bertanggung jawab atas keserasian rumah tangga dan pendidikan anak-anaknya.
Seorang dokter bertanggung jawab atas kesembuhan pasiennya, demikian juga sang pasien harus mematuhi semua nasihat dan perawatan dokter. Dalam kehidupan keluarga, orang itu bertanggung jawab terhadap masa depan putera-puteranya. Sebaliknya sang anak harus menunjukkan baktinya kepada orang tua yang telah membesarkannya.
Bila keadaan ini sudah tertata dengan baik, maka tidak akan ada lagi percampur-adukan antara yang benar dengan yang salah. Tidak akan ada lagi saling pelemparan tanggung jawab. Dan tentu sudah tidak terdapat lagi pertanyaan dan keluhan yang menyesakkan. Perhatikanlah firman Allah Swt:
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan akhirat." (Yunus: 62-64) |81
Dari keterangan ayat di atas kita mengetahui bahwa jika umat Islam masih dihinggapi rasa ketakutan dan selalu diliputi keluhan, hal itu berarti kita belum memenuhi syarat sebagai orang yang bertakwa. Sebab ayat tersebut menyiratkan pengertian bahwa hanya orang-orang yang bertakwalah yang akan mendapatkan berita gembira, baik sewaktu hidup di dunia ini maupun kelak di akhirat. Perhatikan juga Firman-Nya yang lain:
"Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)." (Al-Bqarah:257)
Namun yang kita saksikan justru sebaliknya. Kaum muslimin berada dalam keadaan yang gelap gulita. mereka dilanda perpecahan akibat ulah umat Islam sendiri. |82
38. Allah akan memberikan kesempitan hidup bagi orang-orang yang berpaling dari-Nya. Disebutkan dalam firman Allah Swt:
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (Thaha:124)
Wajarlah kiranya kalau pada saat ini hampir sebagian besar kaum muslimin dilanda keresahan dan kesempitan hidup. Mereka telah jauh meninggalkan Al-Qur'an sebagai pegangan hidupnya. Banyak di antara mereka yang telah melupakan seruan Allah, tak menghiraukan lagi perintah-perintah-Nya, serta melanggar larangan-larangan-Nya. Tak banyak yang mengerjakan shalat dengan khusyu', demikian juga ibadah-ibadah lainnya pun sudah jarang dikerjakan. kalaupun masih ada sebagian orang lagi yang mengerjakan ibadah, hal tersebut dilakukan semata-mata karena ikut-ikutan tanpa mendalami maknanya. Itulah yang disindir oleh Allah Swt melalui firman-Nya: |85
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk bershalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya' (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." (An-Nisa':142)
Sungguh sangat disayangkan bila kaum muslimin hanya mengingat Allah tanpa meresapinya dengan kedalaman hati yang ikhlas. Mereka hanya mengingat Allah secara temporer, hanya pada saat-saat tertentu saja. Dalam berbagai aktivitas seperti berdagang, bekerja, berjuang atau dalam kehidupan sehari-hari, Allah hanya diingat pada saat yang mereka kehendaki. Selebihnya, Allah dilupakan. Akibatnya Allah pun melupakan kita saat menunaikan kegiatan duniawi ini.
39. Seandainya umat Islam senantiasa mengingat Allah dalam keadaan apapun, mengemban amanah-Nya dengan baik, niscaya perjuangan kita di tengah kehidupan tidaklah sulit. Allah akan mempermudah jalan hidup kita, meringankan gerak langkah kaki kita, membukakan jalan di depan mata kita dan menyelamatkan kita di saat-saat yang sangat kritis. Perhatikanlah firman Allah Swt dalam hadits Qudsi:
"Tidak satu pun cara dari Hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku seperti yang telah Aku wajibkan. Senantiasa hamba-Ku tetap mendekatkan diri dengan mengerjakan Nawafir (pekerjaan sunnah) sampai Aku mencintainya. Maka aku pun telah mencintainya. Aku akan menjadikan pendengaran yang dipergunakan untuk mendengar, pandangan yang dipergunakan untuk melihat atau tangan yang dipergunakan untuk meraba dan kaki yang dipergunakan untuk berjalan. Andaikata dia memohon sesuatu, pasti Aku berikan kepadanya. Dan bilang berlindung kepada-Ku pasti Aku lindungi."
Hadits Qudsi tersebut diperkuat dengan firman Allah sebagai berikut:
"Jikalau penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (Al-A'raf:96)
Selain ayat di atas, terdapat ayat serupa yang ditujukan kepada ahli kitab.
"Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan Al-Qur'an, yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka." (Al-Maidah:66)
Sebagai kaum muslimin, kita seharusnya dapat menegakkan Al-Qur'an dimanapun kita berada. Dengan mengingat Allah pada saat kita duduk, berdiri ataupun berbaring, niscaya karunia Allah akan bertaburan datang dari atas langit dan bumi tempat kita berpijak. Dalam menghadapi berbagai cobaan dan tantangan dalam perjuangan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar, mengingat Allah merupakan hal yang sangat mutlak. Dada kita akan semakin membaja, semangat kita semakin bergelora dan rasa kecemasan sudah pasti akan lenyap. Ingatlah firman Allah Swt dalam Al-Qur'an:
"Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh-hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." (Al-Anfal:45)
40. Sejarah telah membuktikan betapa hancur leburnya umat islam di medan perjuangan manakala mereka melupakan seruan Allah Swt. Pada pertempuran Uhud, karena mereka menentang komando Rasulullah Saw sebagai pemimpin, umat Islam dapat dipukul mundur oleh musuh. Demikian pula dalam perang Hunain, karena umat Islam terlalu memandang remeh lawannya yang sedikit jumlahnya serta merasa sombong, akhirnya mereka menderita kekalahan. Allah Swt mengingatkan dalam firman-Nya:
"Dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai berai." (At-Taubah:25)
Peristiwa yang melanda Palestina pun sebenarnya tidak jauh berbeda dengan keadaan yang dialami oleh umat Islam dalam dua peperangan di zaman Rasulullah itu. Musuh-musuh Islam sekarang tengah berkuasa di atas bumi kaum muslimin, dengan merampas harta kekayaan yang ada di dalamnya. Hal itu disebabkan karena kelengahan dan kelemahan umat Islam sendiri yang telah lalai terhadap seruan Allah Swt. Perhatikanlah serangkaian ayat-ayat Al-Qur'an yang memperingatkan kita akan hal itu: |89
"Jika Allah menolong kamu, maka tidak akan ada orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu?" (Ali-Imran:160)
"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku." (Al-Baqarah:152)
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (Muhammad:7) |90
Banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang menyerukan umat Islam untuk senantiasa mengingat Allah dalam keadaan bagaimana pun. Namun banyak pula di antara kita yang telah melalaikan seruan itu. Akibatnya hidayah Allah telah menjauhi kita. Tak ada lagi barakah tatkala kita mencari rezeki, menuntut ilmu atau menghadapi musuh-musuh Islam. jasmani dan ruhani umat Islam semakn melemah, sehingga mudah dihancur leburkan oleh musuh-musuh Islam. Bahkan kini umat Islam tak dapat membedakan lagi antara kawan yang harus diajak berjuang dengan musuh yang harus diperangi.
Perang sesama kaum muslimin sudah banyak terjadi dan tak terelakkan lagi. Sementara itu kaum muslimin meminta bantuan bangsa asing sebagai kawan untuk memukul barisan orang Islam sendiri. Sungguh sangat tragis dan menyedihkan keadaan umat Islam sekarang. Musuh-musuh Islam bersorak gembira menyaksikan kejadian ini, sementara rengekan tangis umat islam semakin pilu terdengar.
40. Rahmat dan hidayah Allah telah menjauhi kehidupan kita, karena kita sendiri telah jauh dan lupa mengingat Allah Swt. Jumlah umat memang teramat banyak, namun keadaannya laksana buih yang dihempas gelombang samudra. Tak berdaya, mudah diombang-ambingkan dan penuh kebimbangan. Jumlah yang besar ternyata hanya menjadi beban dan bumerang bagi kita sendiri.
Karena ternyata kita telah mengalami kelemahan dan kepayahan. Satu demi satu kekalahan kita alami, kemunduran pun pelan-pelan menghantui kita. Kebanggaan dan kejayaan Islam tak nampak lagi, sinar Islam sudah semakin redup karena dimatikan sendiri oleh umatnya.
Oleh karena itu, untuk mengembalikan citra Islam ke atas permukaan kejayaan dan kemuliaannya, tak ada lain kecuali menjadi tanggung jawab generasi muda muslim. Andalah yang bertugas dan bertanggung jawab menyongsong masa depan Islam yang gemilang. |91
41. Seluruh umat berharap tangan-tangan anda berbuat menegakkan agama Allah. Dari tangan andalah masa depan umat Islam dapat terangkat dari kehinaan dan kehancuran. Janganlah anda menyia-nyiakan harapan mereka. janganlah anda mengecewakan cita-cita umat yang sedang dilanda kebimbangan ini. Majulah dengan tekad yang membara dan semangat yang tidak pernah pudar. Insya Allah, bila kita senantiasa menegakkan kebenaran dan menyingkirkan kemungkaran, hidayah Allah akan menerangi perjalanan perjuangan kita. |92
8. Amanah untuk Pemuda Militan#
Karya: Abdullah Nashih 'Ulwan
42. Masa muda memang penuh tantangan. Tetapi justru tantangan itu merupakan alat untuk mencapai kedewasaan, kematangan, dan kepribadian yang benar-benar tangguh. Betapa celaka dan ruginya bila dalam tubuhnya yang kokoh, sempurna, dan menyimpan daya dahsyat, tiada mampu memancarkan daya kekaguman kepada alam sekitar. Sungguh Allah tiada kagum kepada pemuda-pemuda yang berjiwa kekanak-kanakan:
"Sesungguhnya Allah mencintai kepada pemuda yang tidak mempunyai sifat kekanak-kanakan."
Seorang pemuda yang banyak melakukan penyimpangan akhlak, pemikiran, dan tugas-tugas, dimanakah letak keindahannya? Dimanakah kita bisa melihat kejantanan dan keperwiraannya? Manusia dewasa adalah yang telah melatih diri untuk melakukan benar terhadap yang benar, dan berhasil menang atas cobaan-cobaan yang hendak merusak akhlak dan kepribadiannya. |96
43. Sesungguhnya golongan pemuda pada setiap zaman dan waktu, di setiap lokasi dan putaran sejarah, adalah merupakan pilar-pilar umat Islam; penggerak kebangkitannya, penegak kemuliaan hidup dan pemancang ketinggian budaya. Mereka juga adalah pemikul panji-panji serta pengawal barisan menuju kejayaan dan kemenangan.
Tahukah anda bahwa kelompok mukminin yang bermarkas di rumah Arqam pada awal menyingsingnya Islam adalah para pemuda? Demi Allah, mereka adalah kelompok pemuda yang bagaikan manusia dewasa; matang selagi usianya masih sangat belia. Mata mereka terpejam dari hal-hal yang buruk yang mungkin akan memancing ke arah kesesatan dan kezhaliman. kaki mereka menjauh dari kegiatan-kegiatan yang batil.
Sungguh mereka adalah manusia-manusia muda yang tekun beribadah. Mereka merupakan kelompok manusia yang berakhlak mulia. Umat penyabar sekaligus militan. Mereka menjadi sosok penyebar dakwah dan pejuang agama yang tangguh. Bagai tak pernah gentar dengan kata-kata maut. |98
44. Panji-panji Islam tidak akan sempat menjulang tinggi dan kekuasaannya membentang luas, dakwahnya tersebut ke seantero dunia, kecuali digerakkan oleh tangan para pemuda? Mereka adalah sekelompok pemuda yang mendapat pendidikan dari guru agungnya, Muhammad Saw. Intelektualitas, keberanian, jiwa avonturir mereka melampaui lulusan universitas manapun saat ini. |99
Oleh karena semangat jihad orang-orang muda, kekuasaan Islam pada masa pemerintahan Bani Umayyah membentang sampai ke negeri India dan perbatasan negeri Cina. Sedang ke arah barat mencapai Spanyol (Andalusia). Itulah wilayah Eropa yang berhasil dirambah oleh nafas Islam.
Karena luasnya wilayah Islam, Khalifah Harun Al-Rasyid sempat berkata kepada awan yang bergerak melintas:
"Hai awan, siramkanlah hujanmu di mana saja engkau suka, sebab curahanmu tetap membawa untung bagi kami."
Walau deras hujan turun di barat, itu adalah wilayah Islam. Atau maunya hujan di timur, juga masih dalam wilayah Islam. Begitu pun penjuru utara dan selatan. Ungkapan Khalifah Harun Al-Rasyid mengisyaratkan akan luasnya wilayah Islam ketika itu, yang hampir mencapai seluruh wilayah dunia. Di benua mana saja, Islam telah menginjakkan kakinya. Merambah dan menafasi tiap budaya, keyakinan, dan akidah penduduk yang semula masih memegangi keyakinan primitif. |100
45. Dan tentu kisah Qutaibah Al-Bahli yang telah menjelajah sampai ke Timur. Ia ingin memasuki negeri Cina. Berkatalah salah seorang pengikutnya,
"Wahai Qutaibah, engkau telah memasuki Turki. Semua kejadian dalam perputaran zaman, ia datang dan kemudian pergi."
Qutaibah seorang yang tingkat keimanannya berakar kuat menancap di dada menjawab,
"Dengan keyakinanku, atas bantuan dan kehendak Allah, aku betekad akan menjelajah. Bila kita kehilangan kesempatan, tak berguna lagi segala persiapan!"
Ucapan ini bagai bara yang tak mungkin dipadamkan. Baranya telah begitu merasuki jiwa seorang mujahid yang hendak menegakkan kalimat Allah di bumi mana saja. Di benua apa saja. Sehingga seorang temannya yang merasa pasti dengan tekad Qutaibah, kemudian memberi semangat,
"Kalau begitu, masukilah jalan sesuka hatimu, wahai Qutaibah! Ini adalah semangat yang bergelora, tak mungkin dapat dipadamkan kecuali oleh Allah!"
Demikianlah gambaran ruh pemuda pada abad lampau, semangat, pengorbanan, jihad, dan gerak pemuda yang demikian tak akan terwujud kecuali oleh mencancapnya keimanan yang telah demikian menghunjam dalam dada manusia, "Allahu Akbar!", adalah yel-yel mereka, jihad adalah jalan mereka, dan mati di jalan Allah merupakan cita-cita penghabisan mereka.
Demikian pulalah yang terjadi sekarang. Sosok pemuda Islam masalahnya terletak pada tanggung jawab untuk melaksanakan misi islam. Dan ini hanya bisa dilaksanakan oleh manusia yang memiliki pribadi sempurna. Kemenangan, kemuliaan, dan persatuan umat adalah hal yang harus senantiasa diperjuangkan. Karena itu kerja dakwah menjadi suatu kerja yang tak mungkin ditinggalkan, bahkan sekadar dilalaikan sekalipun. Seorang pemuda harus menjadi da'i, penyampai risalah kebenaran dengan penuh kejujuran dan keberanian. Dengan segala macam cara dan jalan; dengan pena, dengan kelantangan vokal, dengan karya, dan apa saja untuk sampainya hakikat kebenaran di dada tiap insan. |102
9. Kepribadian Pemuda Da'i#
46. Seorang pemuda di masa depannya terbebani tugas berat sebagai pengemban risalah haq. beban ini merupakan amanah yang amat mulia. Dan merupakan inti dari seluruh tujuan dan cita-cita hidupnya. Pokok-pokok kepribadian yang harus dipunyai oleh pemuda da'i adalah sebagai berikut:
+ Pertama, mengetahui, menyadari, dan kemudian mencanangkan suatu hakikat tujuan hidup. Ia hanya bisa berdakwah bila telah tahu untuk apa hidup ini sebenarnya. Tanpa itu apa yang akan dilakukan akan berjalan tanpa arah. Tujuan hidup merupakan penggerak jiwanya untuk berbuat sesuatu hanya demi Allah. Segalanya untuk Allah. Karena itu ia rela mengorbankan apa saja yang ia punya untuk Dia, akhir dan final dari segala tujuan kehidupan yang sedang berproses dan berlangsung sekarang ini.
+ Kedua, seorang yang akan terjun di medan dakwah harus mempelajari kondisi dunia yang sedang terjadi. Ancaman-ancaman yang sedang diarahkan dan berbagai tipu daya yang sedang dilancarkan. Dengan begitu, ia akan berambisi untuk membebaskan segala kezhaliman dunia ini, termasuk yang sedang melanda negara-negara Islam dan hendak menghancurkan umat yang berada di dalamnya.
+ Ketiga, seorang da'i akan menghadapi berbagai tantangan yang seolah tiada habisnya. Dari segala arah ia akan menemui kesulitan, ancaman, teror, pemojokan, dan semacamnya. Karena itu, tidak boleh tidak, pemuda da'i harus memiliki jiwa harapan yang kuat dan mengenyahkan sifat-sifat yang memperlemah jihad. Cepat putus asa bukan suatu jiwa yang dapat menghantarkan seorang pemuda sebagai da'i tangguh.
+ Keempat, acuan yang paling benar untuk tampil sebagai da'i adalah teladan para sahabat, dan tokoh-tokoh sejarah. Mereka adalah pelaku-pelaku dakwah yang kokoh, kuat, tangguh, cerdik, dan berakhlak uswatun. Dari merekalah kita bisa mengambil suatu pelajaran yang berharga.
+ Kelima, satu hal pendorong yang harus dimiliki oleh da'i adalah mengetahui keutamaan tugas suci ini. Suatu tugas untuk menghujamkan kebenaran di dada umat manusia. Suatu kemuliaan untuk membuat umat sadar akan hakikat hidup sebenarnya.
+ Keenam, memiliki keahlian persuasif, sehingga mampu mempengaruhi orang lain untuk berbuat kebaikan, kebenaran, dan keutamaan. Dengan kesan-kesan yang ia tampilkan lewat kepribadiannya, seorang da'i akan mampu menarik massa untuk mengikuti petunjuk-petunjuknya.
+ Ketujuh, memperdalam akidah qadha dan qadar. Dengan memperdalam akidah tentang qadha dan qadar, akan membuat dirinya selalu optimis sekaligus tawakkal.
Demikianlah secara singkat pokok kepribadian pemuda da'i yang harus dimiliki. Uraian yang singkat ini tentunya belum memadai untuk menghantarkan pada pengertian yang sesungguhnya. Karena itu berikut akan kami uraikan secara detailnya. |104
47. Pokok pertama.
Nabi Saw menandaskan dengan sabdanya menurut yang difirmankan oleh Allah Azza wa Jalla:
"Hai hamba-Ku! Tidak Ku-ciptakan kalian hanya karena ingin memperbanyak jumlahmu yang sedikit"
"Juga bukan untuk tujuan bersenang-senang dengan kalian karena rasa kesepian."
"Tak juga untuk minta tolong kepadamu karena suatu hal yang mampu Ku-atasi."
"Tapi Aku ciptakan kalian agar kalian berdzikir kepada-Ku sebanyak-banyaknya, beribadah kepada-Ku selama-lamanya, dan agar kalian bertasbih kepada-Ku pagi dan petang hari."
Hadits Qudsi di atas tandas sekali menerangkan akan tujuan manusia diciptakan. Tetapi bagaimanakah makna sebenarnya dari kalimat tersebut? Artinya kita harus ikhlas dalam niat, perkataan, dan perbuatan hanya demi Rabb. Allah berfirman:
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (Al-Bayyinah:5) |106
48. ++ "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah." (Ali-Imran:110)
Gambaran ayat tersebut sebagaimana kejadian lampau yang telah diteladani oleh Sahabat Nabi. Ketika Rab'ie bin Amir seorang yang diutus untuk menghadap Rustum Raja Persia, ia ditanya:
"Mengapa anda sekalian keluar dari rumah dan hendak menyerbu negeri kami?"
Apa sebenarnya tujuan dari penyerbuan Islam kala itu ke negeri Persia? Mengapa mereka rela meninggalkan rumah, anggota keluarganya, dan menyeberangi lautan untuk menyerbu imperium Persi? Jawaban Rab'ie:
"Allah telah mengutus kami untuk mengeluarkan umat manusia dari penyembahan kepada sesama. Allah menyuruh kami untuk mengeluarkan kalian dari kesempitan dunia kepada alam yang luas, dari kejahatan kekejaman agama dan tradisi-tradisi kepada keadilan islam. Allah memerintahkan kepada kami untuk membawa anda sekalian menyembah-Nya."
Pengertian ibadah di sini mendasar sekali. Bukan sekedar aktivitas shalat, zakat, haji secara fisik tanpa ruh sama sekali. Ruh ibadah itu adalah keikhlasan untuk tunduk dan patuh kepada Allah semata. Melaksanakan rukun-rukun Islam disertai hati yang ikhlas merupakan pelaksanaan ibadah yang sesungguhnya. Dalam segala gerak perjuangannya ia menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin sebagai kekuatannya berdakwah. Ia tidak memalingkan diri kepada kekuatan-kekuatan lain yang justru akan menjerumuskan.
Demikianlah arti dakwah sebagai manifestasi ibadah yang mutlak. Karena hendak menghantarkan umat manusia kepada tujuan yang hakiki, ialah menyembah Allah. Jihad mereka untuk yang hakiki, pengorbanan mereka hanya untuk ini pula. kelanjutan hidup mereka semata untuk perjuangan mengajak kepada yang haq.
49. Pokok kedua.
Pemuda Islam dituntut kepeduliannya terhadap nasib kaum muslimin lainnya di seluruh dunia, semua wilayah dan posisi pertikaian internasional. Negara-negara Islam kini sedang menghadapi ancaman dari berbagai arah. Banyak pemahaman yang merusak telah berabad-abad menjarah menggerogoti kebenaran akidah Islam. Kubu Zionisme bagaikan musuh tak kan mungkin lenyap dari darah umat Islam. Aksi-aksinya begitu menggigit dan menipu daya. Begitu pun konsep materialisme, atheisme dengan gerakan-gerakannya yang Imperialis dan Komunis. Seolah bagai singa menyeringai di setiap sudut dunia Islam. |109
50. Kita bisa melihatnya dari penyataan tokoh mereka, Sigmund Freud mengenai libido seks. Semua gerak dan tingkah laku manusia dipengaruhi oleh dorongan seks yang ada di dalam diri manusia. Betapa nista ungkapan ini, seolah manusia hanya memiliki daya instingtif tanpa daya akal dan budi pekerti. Dengan teori libidonya ini, Yahudi membangkitkan aksi kebatilan di seluruh sisi kehidupan manusia. Pandangan hidup, hati nurani dan moralitas dijarah sedemikian rupa.
Akibatnya yang terjadi sekarang dapat kita lihat dengan mata secara jelas. Banyak manusia melanggar tata susila secara terang-terangan, menanggalkan perasaan malunya. Banyak pelanggaran yang berbau nafsu syahwat memenuhi sudut kehidupan moralitas insan, sehingga tata nilai menjadi terjungkir balik. Orang-orang yang seharusnya memiliki kecerdasan ilmu, menjadi manusia yang dapat dikuasai oleh program-program Zionis, diperbudak dan diarahkan tanpa mereka merasakannya lagi. |112
51. Pemuda harus peka terhadap semua persoalan dunia, yang sebenarnya paling merasakan dampaknya adalah dunia islam sekarang ini tengah terjadi kemerosotannya. Sekarang telah banyak terjadi perang politik, perang ekonomi, perang faham, dan berbagai pertikaian lainnya. Dalam perang faham, merek menggunakan taktik dan strategi melalui penyebaran agama (Missionaris), dan melalui dunia bisnis. Mereka menggunakan fasilitas-fasilitas yang raksasa. Contohnya adalah gerakan kristenisasi.
Dengan dana yang melimpah dan mendirikan yayasan-yayasan, mereka menggunakan taktik memecah belah antara sesama umat Islam dan penyebaran Injil di Afrika sebagai kawasan empuk yang mereka tangani. Program mengkristenkan umat Islam di suatu negara yang mayoritas penduduk Islamnya terbesar, mereka lancarkan secara intensif dengan memakai semua jalur dan sarana. Juga negera Arab, suatu negeri tempat lahir gama haq ini tak luput dari incarannya.
Mereka membuat suatu kerja sama antara Missionaris dengan penjajahan. Mengarahkan pula kepada alam pemikiran materialisme, komunisme, dan orientalis.
Apakah anda wahai pemuda telah mengkaji sebuah gejala yang tengah melanda pemikiran orang-orang cendekiawan negeri anda? Melalui jalur pendidikan dan kebudayaan, usaha-usaha penghengkangan keislaman terus dilakukan. Coba anda pelajari apa yang sedang dan dibalik yang terjadi dengan adanya pengiriman pelajar-pelajar negeri anda ke luar negeri, latihan-latihan kerja di negera-negera maju yang nota bene mereka kerahkan untuk membiayai ini semua. Yayasan-yayasan kuat mereka dirikan untuk sarana melancarkan cita-cita kejinya. |115
52. Wahai saudara-saudaraku, pemuda kaum muslimin, kalian harus sigap pula terhadap serangan-serangan yang dilancarkan mereka melalui pada cendekiawan yang telah dicekoki paham Liberalisme dan kaum Marxisme. Kalian harus segera dapat melihat dengan keterbukaan pikiran atas gerakan mereka melalui sekte-sekte Bahaiyah, Qodyaniah, Annashiriah, Ismailiah, dan dari kelompok spiritual lain yang demikian tumbuh berkembang saat ini. Kalau anda mempelajari dan berhasil menemukan suatu hakikat gerakan mereka, akan tertanam dalam dada anda suatu cita-cita yang kuat untuk memberantas mereka semua. Akan hadir dalam ruh perjuangan anda akan pentingnya memberi penerangan kepada umat melalui dakwah-dakwah, betapa bahaya dan kejinya gerakan mereka. |116
53. Pokok ketiga.
Wahai kaum muda Islam! Benar bahwa negara-negara Eropa umumnya dan Amerika khususnya hendak membangun negara Israel. Dan benar bahwa penjajahan mempunyai taktik dan strategi yang licik dan keji untuk mengeluarkan orang-orang Islam dari agamanya. Mereka berusaha menyeret umat Muhammad kepada paham anti-tuhan dan kebebasan berbuat. Komunisme Internasional mempunyai strategi kokoh untuk membuat ingkar kaum kita, kaum muda Islam. Salah satu caranya kita telah tahu yakni dengan merusak akidah dan moralitas.
Kaum Yahudi hendak menguasai alam Islam dan Arabia. Negara-negara raksasa di belahan Timur dan Barat bekerja sekuat daya untuk memperkuat Israel. Mereka sungguh-sungguh ingin mewujudkan negara Israel demi tujuan politik, ekonomi, dan kepentingan mereka lainnya. Sedang Islam dan pemeluknya telah mencapai wilayah yang sangat luas, hampir merambah ke seluruh wilayah bumi. Seolah untuk mengatasi tipu daya ini suatu kerja yang mustahil dilakukan, bahkan sekedar diupayakan.
Tetapi apakah anda rela menjadi manusia putus asa? Putus asa untuk membangun keagungan hidup? Apakah anda telah kehilangan harapan untuk mewujudkan kemenangan? Ada dua hal untuk mengatasi itu, yakni:
+ Pertama, Al-Qur'an jelas-jelas melarang manusia berputus asa dan mengancam siksa terhadap manusia yang memiliki sikap itu.
+ Kedua, sejarah kita, umat Islam telah banyak bicara, bahwa umat yang lemah akan mudah bertekuk lutut kepada musuh. Firman Allah mengatakan:
"Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (Yusuf:87).
Dalam surah yang lain, Allah menegaskan:
"Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat." (Al-Hijr:56)
Orang-orang putus asa sangat dicela oleh Allah. Mereka adalah manusia yang mengalami kebingungan dan pencemas. Apakah seorang pemuda akan bangga dengan jiwa yang demikian? Di pundak pemuda Islam, beban keselamatan umat terpikul. Karena itu sungguh, merasa berat dengan amanah ini merupakan kekerdilan. Allah mencela manusia yang berjiwa lemah. Surah Ar-Rum ayat 36, mengungkapkan:
"Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka bergembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka berputus asa."
Putus asa adalah suatu sifat pembunuh keberanian, keperkasaan, dan keperwiraan. Layakkah kalimat-kalimat, "Segalanya telah berakhir, kita tak mampu lagi berbuat!" "Berjuang, apakah perlunya?" "Kita sekarang berada pada titik akhir", diucapkan oleh pemuda?
Perjuangan menegakkan kebenaran bagaikan mustahil diwujudkan. Penjajahan seolah tak mungkin disirnakan, begitupun kekejian, kezhaliman hampir-hampir tidak dapat lenyap dari permukaan bumi dari dulu hingga sekarang dan akhir nanti.
Tetapi sebaliknya, sifat-sifat merasa tak mampu berbuat sesuatu terhadap bahaya itu, juga adalah pembunuh kelas satu dan mungkin penghancur umat Islam sendiri, sebelum para penjahat melaksanakan aksinya. Kehancuran umat Islam berawal dari rasa ketakberdayaan ini. Nabi bersabda, "Barangsiapa yang berkata, 'Telah binasa umat Islam' maka dirinyalah yang menghancurkan." |117
54. Akankah pemuda-pemuda islam tak akan memunculkan potensi kekuatannya untuk menumbangkan kezhaliman dan meraih kembali kejayaan dan keperkasaan Islam, dengan tinggal santai-saintai di rumah? Wahai pemuda! Ini adalah tugas berat yang sesungguhnya. Inilah hakikat kerja bagi para pemuda.
Apakah anda memperkirakan bahwa umat Islam akan keluar bersama beberapa kekayaannya menuju ke puncak gunung karena lari dari fitnah? Mereka melarikan diri menghindari cobaan ke puncak gunung hingga ajal menjemput. Apakah anda akan menjadi sebagaimana digambarkan dalam sebuah hadits Nabi berikut ini?
"Hampir saja kambing menjadi kekayaan terbaik seseorang. Ia ikut terus sampai ke puncak gunung, melarikan diri dengan agamanya dari fitnah."
Hadits tersebut menggambarkan suatu kondisi yang sangat kritis, sehingga masyarakat mustahil diajak ke arah kebenaran. Tetapi bukan berarti dakwah kemudian menjadi sia-sia dilakukan, sehingga pada da'i lebih memilih menyingkir dari fitnah dunia daripada terjun untuk mengatasinya, yang dalam pikirannya, hal itu sia-sia. Tidak berarti suatu kegentingan situasi menyuruh manusia menjadi penyepi-penyepi, manusia yang menyelamatkan dirinya sendiri dengan membawa harta kekayaan yang akan dinikmatinya seorang diri. Sikap demikian adalah egois. Mementingkan diri sendiri, dan sekaligus pengecut. |119
55. Sesungguhnya selama masih terdapat orang-orang Islam yang mampu dan berkewajiban melaksanakan syiar-syiar Islam, berusaha mewujudkan kehidupan sebagaimana yang diperintahkan hukum-hukum Islam, dan selama di tengah masyarakat masih terdapat sikap saling menolong untuk menyiarkan lagi Islam; selama masih terdapat kelompok penyeru pelaksanaan ketentuan Allah di atas bumi, maka haram bagi orang Islam menghindar dan menjauhkan diri atau mengucilkan diri dari amanah besar ini. Amanah untuk menegakkan kebenaran dan menumbangkan kezhaliman. Sebab bila yang wajib itu tak bisa direalisir tanpa kerja dan tindakannya, maka dialah satu-satunya yang harus merealisirkan amanah Allah.
Oleh sebab itu, wajib bagi orang-orang Islam pada abad sekarang ini untuk menegakkan hukum dan ketentuan Allah. Memperjuangkan hak atas nasib kaum muslimin di negeri-negeri Islam yang sekarang sedang terjajah segala segi kehidupannya. Orang-orang islam di bumi mana pun memiliki suatu tanggung jawab bersama untuk merebut tanah Maqdis dari cengkraman Yahudi, berusaha mengeluarkan teman-teman kita tersebut untuk kita bawa dalam suatu naungan kepemimpinan yang haqq. Bila kita lepas tangan, kelak kita mendapatkan tuntutan di depan sejarah dan generasi berikutnya. |120
66. 121-122 (Cerita perjuangan Abu Bakar ketika kekacauan umat Islam yang begitu dahsyat setelah kematian Rasulullah)
67. 122-123 (Cerita Kemenangan Shalahuddin Al-Ayubi mendapatkan Masjidil Aqsha dan Palestina di Perang Salib)
68. Seorang da'i wajib mempelajari gejala-gejala penyimpangan yang sedang merambah dalam kehidupan umat seluruh dunia. Serta mengetahui gelagat, program, dan tujuannya secara pasti agar kita tidak tertipu dan terpedaya.
Setelah tahu dasar serta sifat penyimpangan, kemudian mencari solusinya. Dengan metode yang cocok, ia dapat mengatasi bagaimana menghadapi ancaman-ancaman dari luar dan menggugah kesadaran masyarakat akan bahayanya.
Penyimpangan-penyimpangan sering pula disebabkan oleh kelengahan dan kebodohan masyarakat sendiri. Karena itu da'i yang profesional selalu memiliki keahlian untuk mengantisipasi kondisi masyarakat dan kemudian mengarahkan mereka menuju kehidupan yang haq sebagaimana dikehendaki oleh Allah Swt.
Salah satu metode dakwah tersebut adalah tahu tingkat kecerdasan dan kondisi sosial masyarakat. Sebagaimana sabda Rasulullah yang diterangkan oleh Abdullah bin Mas'ud dan diriwayatkan Muslim:
"Tiada manfaat engkau berbicara dengan suatu kaum dengan pembicaraan yang tidak terjangkau oleh akal pikiran mereka, melainkan justru akan menjadi fitnah bagi sebagian yang lain."
Kiranya metode ini merupakan pokok dalam dakwah. Sebab sampainya misi kebenaran adalah hakikat tujuannya. Sedangkan misi akan sampai apabila penyampaiannya dapat diterima oleh kemampuan mencerna mereka. Kalau tidak justru yang terjadi adalah fitnah. Bukankah peristiwa fitnah merupakan bahaya besar bagi umat? |141
69. Wahai pemuda Islam! Camkanlah bahwa dalam mengenal lingkunganmu janganlah engkau terbawa arus, bahkan engkaulah yang harus membawa arus lingkungan itu kepada kebenaran sehingga umat terselamatkan dari kezhaliman.
Wahai pemuda! Apakah engkau tidak meminati bidang dakwah? Bidang kehidupan yang menyeru kepada jalan Allah? Sungguh apabila engkau membantu agama Allah, Allah akan membantu usaha-usahamu dan meneguhkanmu. Menyeru kepada jalan yang benar memanglah penuh dengan tantangan, cobaan, dan berbagai kesulitan. Tetapi karena dakwahmu lah mereka akan mendengarkan risalah-risalah ilahiyah dan melaksanakannya. Tugas ini benar-benar amat mulia. |146
70. Seorang da'i harus memperdalam keyakinan tentang qadha dan qadar. Meyakini bahwa semua ketetapan yang dikenakan terhadap dirinya, yang buruk maupun yang baik, semua berasal dari Allah Ta'ala. Rukun iman ini benar-benar harus tertanam dalam hati dan jiwa setiap muslim, lebih-lebih bagi para da'i.
Mengapa demikian? Sebab tantangan da'i memang sangat hebat dan berbahaya. Ia akan menghadapi ancaman-ancaman maut dari pihak yang menentang tugas da'inya. Karena itu agar jiwa da'i selalu tenang, ia harus yakin bahwa ajal manusia hanya menjadi hak Allah. Bahwa apabila Allah menghendaki selamat, maka biarpun seluruh manusia berkeinginan mencelakakannya, mereka tak akan berhasil mencelakakannya. Dan walaupun seluruh manusia hendak memberi pertolongan kepadanya, tetapi Allah berkehendak lain, maka mereka tak akan bisa berhasil berbuat sesuatupun.
Bukankah Allah telah berfirman:
"Katakanlah: 'Sekali-kali tidak akan menimpa kami apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dia-lah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal.'" (At-Taubah:51)
Seorang da'i harus mengucapkan kuat-kuat firman Allah berikut ini:
"Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang tertentu waktunya." (Al-Imran:145)
Dengan memegang prinsip bahwa maut hanya di tangan Allah, seorang da'i akan bebas dari rasa was-was, walau ancaman terhadap dirinya telah berada di belakang kuduknya. Sebaliknya ia akan menjadi orator yang vokal, orator yang lantang menyerukan kebenaran. Ia akan muncul sebagai da'i yang memiliki sikap militan. |148
71. Wahai kaum muslimin! Ada suatu cerita mengenai diri seorang wanita yang beriman dan sabar. Ia telah terdidik dalam masalah keimanan, karena itu ia pun tumbuh pada situasi penuh cinta kepada Allah, kepada Nabi dan kepada Islam.
Suatu ketika, wanita tersebut ditinggal berjuang suaminya. Datang seorang laki-laki yang berusaha menggoncangkan perasaannya dengan pertanyaan-pertanyaan yang mencemaskan. Tanya laki-laki itu,
"Wahai ibu, siapakah yang akan menanggung engkau dan keluargamu bila suamimu mati di medan juang?"
Wanita itu menjawab, "Allah adalah pemberi rezeki, kalau suamiku meninggal, Allah-lah yang melimpahkan rezki. Sesungguhnya Allah adalah pemberi rezeki yang abadi."
Sering seorang pejuang merasa was-was untuk berangkat ke medan laga karena khawatir dirinya akan gugur, dan mencemaskan siapa nanti yang akan memberi nafkah kepada keluarganya. Begitu pun keluarganya kadang merasa menahan dengan berat hati keberangkatan seorang pejuang karena khawatir nanti tak ada lagi yang melindungi hidupnya dan memberi santunan kehidupannya. Tidak pernahkah mereka yang bersikap pengecut ini membaca suatu riwayat menarik tentang seorang wanita yang begitu mantap menghantarkan keempat anak-anaknya untuk pergi berjihad membela kebenaran?
Wanita tersebut bernama Khansa'. Ia memberi semangat kepada putra-putranya untuk segera berangkat melangkahkan kaki ke medan peperangan Qodisyiah. Dalam perjuangan membela agama tersebut, empat putranya meninggal semua. Tetapi apa yang terlontar dari bibir wanita sholehah tersebut?
"Segala puji bagi-Mu ya Allah, saya bersyukur kepada-Mu yang telah mengangkat derajat dan memuliakanku dengan kematian mereka. Aku berharap kepada-Mu, semoga Engkau mengumpulkan diriku dengan mereka, anak-anakku, pada tempat yang penuh rahmat pada hari kiamat kelak."
Ibu tersebut sedikit pun tidak merasa kecewa dan kehilangan anak-anaknya. Ia tidak menempatkan kehidupan dunia setelah kehidupan akhirat. Kesyahidan anak-anaknya sangat ia syukuri karena itu berarti suatu kemuliaan baginya. |152
72. Cerita tentang tekad sebagai syuhada sejati pernah pula tersaji dalam sejarah islam. Khalid bin Walid berkata dengan sesal:
"Aku telah menghadang musuh pada ratusan perang yang hebat dan keras. Tak ada sejengkal pun di badanku ini yang tanpa goresan pedang, tusukan tombak, dan tancapan panah. Dan begitu rindunya aku akan kematian syahid. Duhai sedihnya, haruskah aku mati di atas kasur seperti matinya seekor keledai?"
Khalid bin Walid telah kita kenal sebagai pahlawan Islam yang pemberani. Ia mendapat julukan Pedang Allah karena kepiawaian perang dan keberaniannya. Karena itu ia sangat menyesal kalau mendapati dirinya tidak termasuk syuhada yang mati di tengah medan laga. Ia tak menginginkan kematian di atas kasur yang empuk. Mati yang demikian dalam perasaannya bukanlah kematian yang kesatria.
Seorang yang jiwanya pemberani tidak akan mempedulikan apakah dia akan mati oleh tusukan musuh kala berjuang. Ia tidak akan memperhitungkan keselamatan dirinya. Justru ia kejar adalah kematian, suatu kematian yang diridhai Allah. |153
73. Tidak ada jalan lain bagi seorang muslim yang hendak mempertahankan imannya, dan seorang da'i yang hendak menjalankan tugasnya kecuali meletakkan kesabaran sebagai tiang kokoh kepribadiannya, dan keteguhan serta kemantapan sebagai sarana untuk mendapatkan pertolongan Allah. Dari uraian di atas tentang kepribadian pemuda da'i dapat disimpulkan, bahwa:
1) Seorang pemuda da'i, dituntut menghias sosok dirinya dengan keimanan yang tidak mudah goyah. Tidak mudah terbawa arus dan sistem yang akan menjebak, serta menipu daya dirinya.
2) Kerja dakwah dalam segala dimensi dan bentuknya harus dilandaskan dengan rasa ikhlas hati. Bahwa semua yang ia lakukan itu adalah demi mencari ridha Allah semata. Bukan untuk mencari popularitas dan kedudukan.
3) Seorang pemuda da'i harus memiliki prinsip yang kuat, kemauan kuat, dan cita-cita yang takkan surut sedikit pun walau menghadapi gelombang uji yang sangat dahsyat.
4) Selalu terdorong untuk beramal yang baik dengan segala kreativitas, potensi, dan bakat yang ia miliki.
5) Da'i yang sejati senantiasa terdorong oleh sifat berkorban dengan pengorbanan yang tidak mengenal cita-cita lain selain kemenangan atau mati syahid.
Arah tujuan dari dakwah dengan sarana-sarana kepribadian sebagaimana tersebut di atas adalah memperkenalkan hakikat Islam, kekhususan-kekhususan yang ada di dalamnya kepada umat manusia sehingga mereka menjadi umat yang kuat, kokoh, dan memegang hukum Islam. Hukum yang paling benar di antara hukum buatan manusia untuk mengatur manusia dan seluruh sistem kehidupan di muka bumi ini.
Apabila amanah demikian mampu anda jalankan, akan terwujud suatu ketentraman, keamanan, dan kestabilan hidup. Manusia seluruhnya akan menikmati nur iman, risalah Islam, dan hakikat tauhid. Yang demikian tidaklah sukar bagi Allah untuk merealisasikan. Tetapi sudahkah kita berbuat sesuatu ke arah itu sebagai upaya? |156
74. Apakah engkau kemudian berpikir bahwa kerja dakwah memerlukan pengorbanan hidup di sisi lain dengan sia-sia? Karena sibuk dan beratnya tugas ini, memungkinkan anda berprasangka bahwa kerja dakwah akan menyita seluruh kesibukan dan kesempatan lain dunia pemuda, sekolah dan kuliah akan terbengkalai? Dan itu tak apa-apa asal dakwah sabil haq diutamakan. Demikiankah sangkaan pikiran anda? Tentu saja ini mustahil dijawab ya, tapi coba anda renungkan, dan lihat lingkungan tempat anda berada. Kau akan dapati sejuta kejanggalan. Dan akan janggal lagi fenomena itu apabila anda diam secara pasif dan putus asa untuk mengubah kawan anda, sekolah atau kampus anda terus berjalan dalam arah yang melenceng dari nilai-nilai Islam.
Di sinilah peran anda dapat diaktualisasikan. Mengubah lingkungan yang dekadensif, tak peduli nilai-nilai kehidupan, dan bahkan cenderung meremehkannya menjadi lingkungan yang dijiwai oleh iman. Bukan hanya pada tempat pendidikan anda, da'i muda dapat berperanan, tetapi di semua tempat dimana tiap hari tiap saat anda singgah di sana; di rumah, di pemondokan, di kampung, dan sebagainya, dakwah dapat dilaksanakan. Dakwah bukan hanya dengan kerja orator, berpidato, dan semacamnya. Tetapi dalam bentuk apa saja, dengan kreativitas kepemudaannya, dakwah dapat dilakukan.
Antara aktivitas berilmu, mencari, dan mengkajinya dengan kerja dakwah, tidaklah saling mengurangi bahkan saling melengkapi dan menguatkan. Demikianlah wahai pemuda, bangkitlah untuk melaksanakan tanggung jawab ini. Semoga Allah memberi kalian hidayah lebih baik daripada terbit dan tenggelamnya matahari yang begitu elok, mempesona, dan penuh manfaat, sebagaimana sabda Nabi dahulu. |158
10. Penutup#
75. Saya mengajak kalian wahai pemuda Islam! sekali lagi saya mengajak kepada generasi muda Islam yang masih memiliki kekuatan fisik maupun ruhani yang potensial untuk menyahuti tugas dakwah ini.
Sesungguhnya jihad pemuda bagaikan kekuatan yang bergelora. Sebab mereka akan menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru yang baik, mewujudkan cita-cita yang tidak akan pernah sanggup dicapai oleh orang-orang yang lemah dan tidak memiliki semangat.
Pemuda merupakan potensi yang dapat menentukan perjalanan sejarah umat manusia dan penggerak merka ke arah cita-cita yang tinggi. Dan mampu meraih periode kebudayaan yang penuh imani dan ilmu pengetahuan sebagaimana pernah diraih putra-putra Islam zaman dahulu.
Saya berharap semoga kalian menjadi generasi yang mau menelusuri jalan-jalan yang penuh ketinggian nilai-nilai, pemuda yang tidak mau menerima agama, selain Islam. Pemuda yang menggabungkan antara ibadah, jihad, dan dakwah. Pemuda yang menjunjung tinggi sifat-sifat mulia dan tidak menyukai kehinaan. Di tangan putra-putra Islamlah beban kejayaan Islam diamanahkan. |163